Lateral Line Media

Washington’s Olympic Peninsula: Steelhead Trip

Come with us this spring to Forks Washington and see what we have been doing up there for the past couple years. We are hosting a 5 day guided trip with Jeff Brazda and his crew on one of many well know rivers on the Pacific Coast. Come try your luck swinging and nymphing on world class water like the Hoh, Sol Duc, Queets and Bogachiel Rivers. March 29th thru April 2nd will be your days on the water so anglers who would like to join us should plan on arriving in Seattle on the 28th and departing on April 3rd. We will be lodging at a 5 bedroom house on the Bogachiel River that sleeps 15. Complete with wood burning fire place full kitchen and half a mile of private riverfront with boat launch/take out. Please contact laterallinemedia@gmail.com for more info.
samll_bw_poster.jpg
Here are some images of the area as well as the fish we will be chasing.
house_front-jpg.jpg
fireplace.jpg
master-bed-room.jpg
moss_trees.jpg
hoh-forestx.jpg
Fishing in the area is nothing less than remarkable Glacial Blue and Green Rivers wind their way through National Forests and Parks filled with ancient Hemlock and Spruce trees. While drifting down the river you will encounter Bald Eagles, Otters and Elk with the Olympic Mountains in the back ground.
elwahx.jpg
hohcanyonx.jpg
The Native Fish that enter these river systems are generally between 8-12 pounds with larger fish in the 15-20 pound class mixed in and hooked frequently. With the Pacific Ocean within miles of these rivers the fish are usually very fresh and full of fight. After your first Steelhead you will surely be addictied. I don’t think I have met a Steelhead Angler that is not completely addicted to chasing these fish year after year. Here are a few that we landed last Spring.
chrome_steelhead.jpg
chromer.jpg
brazda_chromer.jpg
bogachiel_steelhead.jpg
hoh_river_steelhead.jpg
I have never been to British Columbia to fish for Steelhead and it is on my bucket list for sure. But until my pockets are deep enough I will continue to visit this part of the world to Fly Fish for Steelhead. This is a world calss fishery that is a quarter of the cost as it couterparts to the North. Please contact us with any questions you have. We hope to see you on the Pacific Coast this Spring.

12 Responses to “Washington’s Olympic Peninsula: Steelhead Trip”

  1. Sounds sick!!

  2. Joey:

    Jim Ray here - you filmed Tom Rosenbauer and I fishing the Salmon River a few years ago. I’m interested. Could be my first time fishing for West Coast steel! Please email me details. The Salmon has been tough for me so far this year. Water is at 335 (never fished at that flow before), the fisherman are more stacked up, and the fish really aren’t moving into the river much. Except for the Cemetary hole at the Lower Fly zone, fishing has been very sporadic - and the Cemetary Hole looks like opening day on a stocked trout stream. No fun. Anyway, hope all is well,

    Jim Ray

  3. The Olympic Peninsula is the most beautiful place that I have ever been. I really hope I can make this trip up there with you guys….I know it would be an experience of a lifetime.

  4. Please email me more info. I have never fished for Steelhead. It has been on my “to do” list. Thanks

    IO

  5. Very Interested! Send info please

  6. I am in! I just sent you the check. looking for aifare as we speak.

    Thanks the CUZ

  7. These are the river we fish, that time of the year will give you a great chance at a huge Native Steelhead!!! Good Luck! Don’t forget about the Calawah River, holds lots of Summer Fish.

  8. I am very interested in joining your group if you still have an opening. Any idea yet how you are planning to run the cost?

  9. dude, looks like a SICK trip!

  10. I am interested, how much is it?

  11. Halo,

    Sekitar 4-8 taon lalu, saya punya teman menjual barang kongsian kepada seorang penipu.

    Tapi barangnya tidak dibayar.

    Penipu tersebut menggunakan nama Yudi Kurniawan (mungkin bukan nama asli, maaf kalo ada yang namanya sama).
    http://img714.imageshack.us/img714/3682/yudi021.jpg

    Ternyata sudah banyak orang yang menjadi korban. Mereka juga menjual barang dengan kongsian dan tidak dibayar.

    Kerugian teman saya sekitar 35 juta. Teman dari teman saya juga rugi sekitar 30 juta.

    Lalu kita dikirimi cek. Tapi cek itu ada tanggal mundurnya. Sudah gitu ceknya bukan atas nama dia.

    Sesudah itu tilpon tidak dijawab kembali.

    Ada yang memberi info kalo salah satu korbannya mengambil barang yang memang tidak dibayar. Eh, korbannya malah yang ditangkep polisi. Katanya mencuri. Padahal itu kan barang dia. Semua juga udah tau ini orang nipu nggak bakal bayar.

    Saya dapat kabar dari korban lain kalo si Yudi Kurniawan ini ternyata memang sengaja menjual barang jauh dibawah harga pasar lalu emang nggak bayar. Dia nggak rencana bayar karena dia tahu dia tinggal nyogok polisi biar nggak di penajar.

    Jadi modus operandinya kemungkinan besar begini (bisa jadi nggak persis, tapi kira kira):

    1. Bilang kalau barang sudah ada yang mau beli dengan harga lebih tinggi (padahal tidak).
    2. Korban kirim bayar. Yudi baru cari calon pembeli yang mau beli dengan harga murah.
    3. Lalu tentu saja korban tidak dibayar. Uang dipakai untuk bayar pengacara/polisi (atau siapalah) biar nggak dipenjara.

    Lalu teman saya iseng. Kita minta orang lain untuk tilpon Yudi. Siapa tau si Yudi emang lagi bangkrut lalu nggak bisa bayar. Kan kasian kalo diteken terus? Eh malah ditawarin lagi bisnis dengan modus operandi yang sama. Cuman kali ini tentu saja kita udah tau dia bakal nipu.

    Karena curiga ada yang tidak beres, teman saya pun pergi ke Bali untuk menagih hutang.

    Teman saya habis 6 juta lagi buat pergi ke Bali mengusut masalah ini. Kita pake teman kita polisi preman. Di depan polisi preman itu dia ngaku kalo emang dia udah nggak bakal bayar sebelum order. Dia sengaja nggak jawab tilpon karena nggak mau bayar.

    Tau tau si Yudinya malah kabur. Katanya mau minjem duit buat bayar. Begitu teman saya balik ke Jakarta, eh dia udah ada lagi di rumahnya.

    Jadi waktu diadukan ke kantor polisi nggak pernah teman saya dan Yudi di satu ruangan bersama polisi.

    Padahal kalo dia betul nggak nipu dan niat baik, kan dia bisa ngomong baik baik di depan polisi kenyapa dia nggak bayar utang dan itu bukan penipuan. Misalnya ada kecelakaan, dst.

    Akhirnya karena nggak ada teman saya di kantor polisi, si Yudi bisa meyakinkan polisi kalo kasusnya bukan penipuan tapi sekedar utang nggak bisa bayar (perdata). Padahal, kalo orang udah ada yang mau beli barang dengan harga lebih tinggi, bisnis gimana bisa rugi coba, kecuali kalo ada penipuan atau kecelakaan yang tidak diduga sebelumnya.

    Orang yang nulis cek nggak jelas. Katanya dia ditipu juga ama si Yudi.

    Temen saya niat baik tungguin nggak balik balik. Akhirnya kita deal ama polisi. Yang penting ini orang masuk penjara. Barang kita masih sisa ditempatnya Yudi. Ya sono deh barangnya kita bagi dua ama polisi. Tapi polisi bilang kalo ini barang belum bisa disita. Praduga nggak bersalah lah.

    Begitu balik ke Jakarta si Yudinya udah ada lagi. Langsung di ciduk ama Kasad. Begitu sore statusnya jadi wajib lapor. Si Yudi itu bohong ama Kasad. Dia sengaja nggak mau dipertemukan dengan saksi korban di depan polisi. Tapi ngakunya cari duit. Padahal kita udah bilang tegas tidak mau damai kecuali semua dibayar lunas. Semua dibayar lunas pun kita nggak mau damai karena sudah rugi jutaan rupiah buat datang ke bali. Tapi kalo dibayar lunas ya kita nggak ada alasan lagi buat nuntut terus dong. Toh nggak mungkin ini.

    Bahkan ada pengusaha terkenal di Bali rugi 300 juta. Kebetulan pengusaha itu punya koneksi ke polisi yang pangkatnya lebih tinggi lagi. Akhirnya si Yudi di adili dan dipenjara.

    Nah ini yang aneh. Jaksa teman pengusaha yang dirugikan 300 juta itu mau menuntut Yudi dengan pasal kriminal penipuan berpola. Tapi polisi malah bilang “tidak ada korban lain”

    Memang sebagian besar korban menerima sebagian dari uang mereka. Ini merubah status dari perdata ke pidana. Jadi bukannya nggak ada korban lain, tapi technically bukan pidana.

    Tapi teman saya sudah menolak dengan tegas kesepakatan itu. Teman saya tidak mau damai kok. Paling tidak ada 1 kasus penipuan si Yudi ini yang seharusnya tetap pidana.

    Langsung saya bilang ke orang itu kalo korban lain banyak. Teman saya salah satunya. Polisi bilang sudah damai. Padahal BELUM dan TIDAK akan pernah.

    Kita diberi tahu apabila kita mau menerima sebagian kecil saja dari pembayaran, kasusnya berubah jadi perdata. Jadi dia merugikan kita 35 juta, lalu kita ditawarkan terima 8 juta misalnya. Karena dendam kita tidak memilih untuk berdamai sedikitpun. Demi keadilan kita ingin sampah ini dipenjara selama mungkin.

    Akhirnya Yudi dipenjara karena kasus yang 300 juta itu. Kasus kasus lain nggak effek semua.

    Tau nggak berapa bulan? Cuman 1 setengah taon. Padahal dia pasti udah ngabisin duit orang 400 juta sampe 1 miliar.

    Tukang becak ngayuh becak bertaon taon nggak jadi 300 juta. Malah becaknya dirampas ama polisi dijadikan rumpon.

    Cewek jalan malem malem di razia. Joki three in one ditangkepin. Seat belt diurusin. Tapi begitu orang nipu, polisi kok lamban banget ya?

    Kalo ama tukang becak, pornography, wanita pemijat, yang mau sama mau, kok hukum bisa kejem banget? Kok begitu korbannya ada seperti kasus penipuan gini malah susah banget masukin orang kepenjara.

    Coba kalo ada orang ke panti pijat. Apa itu orang mau lapor polisi kalo dia “korban” pemijatan plus plus? Tapi ini kasus penipuan, korbannya sampe terbang kebali kok nggak digubris?

    Tapi ada kabar gembira. Saya barusan tilpon polisi. Polisi bilang kalo kasus temen saya bisa dibuka lagi. Katanya si Yudi akan dipenjara lebih lama kalo kasusnya pisah pisah. Bagus deh. Saya gembira sekali. Kita lihat saja nanti?

    Memang susah disalain kalo polisi nggak mau nangkep maling. Saya punya temen polisi nembakin maling di kepala sampe puluhan. Bukannya dia jadi pahlawan nasional tapi malah dipenjara karena bunuh orang kebanyakan.

    Meskipun teman saya sudah bisa menerima kehilangan uang 35 juta. Toh duit tinggal cari lagi. Kita tetap tidak bisa menerima orang jahat untung 35 juta karena kita.

    Terus terang, saya berharap kalo sisa barang yang teman saya punya itu disita saja oleh polisi dan uangnya buat polisi yang memenjarakan Yudi. Saya lebih mending gitu dari pada uangnya dinikmati oleh orang yang menipu teman saya.

    Pernah suatu waktu saya ke Bali. Saya lihat ada spanduk yang bilang kalo musuh masyarakat yang terbesar itu pelacur, narkoba, dan judi. Saya agak bingung. Soalnya taon sebelumnya Bali di bom. Kok terrorist nggak termasuk “musuh masyarakat” yang terbesar ya? Begitu saya pulang, eh Bali di Bom lagi. Abis mereka bukannya konsentrasi membantai terrorist malah nangkepin orang adu ayam. Daerah lain di Indo malah lebih gawat lagi.

    Kalo negara kita sibuk ngurusin bisnis bisnis yang korbannya nggak ada, ya yang korbannya ada seperti terorist dan penipu gini jadi malah nggak dihukum. Ya tambah banyak deh kejadian.

    Coba, suku bunga di Amerikan sekarang cuman .3% setaon. Kalo aja bangsa kita bisa dipercaya, pasti banyak dari uang tersebut sudah diinvestasikan di negara ini. Semua orang punya modal dagang, semua untung. Investor untung kita untung. Negara maju.

    Tapi suku bunga di Indo tetap saja tinggi. Minjem duit buat modal susah. Kenyapa? Karena resiko penipuan tinggi. Kenyapa tinggi? Karena orang orang seperti Yudi nggak dipenjara. Itu kenyapa negara kita terus saja tertinggal dibanding Malaysia dan Singapore (yang melegalkan judi by the way).

  12. Here is a list of 100k+ thieves and burlgars’ conviction records.

    For the whole of their life, they’ll quite likely never have a job because well, everyone knows their conviction records.

    No body will ever get sued for millions of dollars again due to mistakenly hiring one of those vermin. In recession, somebody will be jobless. Doesn’t have to be the good guy ;)

    You can download it here: http://www16.zippyshare.com/v/92674005/file.html

    I am still looking for more places I can freely scan vermin conviction records by the way, please let me know if you know any

    Please email intmarkcoach@yahoo.ca if you know where I can scan that so I can keep doing this public service work.

    Because these vermin won’t get a job, you need to stay away from them because they are dangerous.

    When you feel like one is nearby please cock your gun and wait for legal reasons.

    Killing those vermins may result in trouble with laws

    Not killing them may result in death.

    Your call :) So please support more legal means to kill vermin.

    This is to avenge my stolen properties 10 years ago by burglar in Madison. I hope all other thief victims do the same thing.

    I hope millions of those vermin would get killed due to our acts :D.

Leave a Reply